BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato”
diduga berasal dari Benua Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan
daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika
bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet,
memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah.
Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim
tropika pada abad ke-16. Orangorang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan
Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia. Pada tahun 1960-an penanaman
ubi jalar sudah meluas ke seluruh provinsi di Indonesia. Pada tahun 1968
Indonesia merupakan Negara penghasil ubi jalar nomor empat di dunia. Sentra
produksi ubi jalar adalah Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Irian
Jaya, dan Sumatra Utara (http://www.tazar.co.id, 2010).
Salah satu produk pertanian Indonesia yang potensial
untuk dijadikan alternatif pengganti terigu ialah ubi jalar. Keberadaan ubi
jalar cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan di beberapa daerah
seperti Papua, ubi jalar dijadikan sebagai makanan pokok. Selain itu, ditinjau
dari segi potensinya, ubi jalar memiliki prospek yang cukup bagus sebagai
komoditas pertanian unggulan. Sebagai tanaman palawija yang memiliki potensi
produksi ± 25-40 ton/ha dan
waktu
tanam yang relatif singkat (3,5-6 bulan), saat ini ubi jalar merupakan tanaman
umbi-umbian yang paling produktif (Widhi dan Dahrul , 2008).
Di beberapa daerah tertentu, ubi jalar merupakan
salah satu komoditi bahan makanan pokok. Ubi jalar merupakan komoditi pangan
penting di Indonesia dan diusahakan penduduk mulai dari daerah dataran rendah
sampai dataran tinggi. Tanaman ini mampu beradaptasi di daerah yang kurang
subur dan kering. Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai bentuk atau macam
produk olahan. Beberapa peluang penganeka-ragaman jenis penggunaan ubi jalar
dapat
dilihat
berikut ini:
a) Daun:
sayuran, pakan ternak
b) Batang:
bahan tanam, pakan ternak
c) Kulit
ubi: pakan ternak
d) Ubi
segar: bahan makanan
e) Tepung:
makanan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Syarat Tumbuh
2.1.1
Iklim
Ubi jalar adalah tanaman tropis dan subtropis yang
dapat beradaptasi dengan daerah beriklim lebih memberikan suhu rata-rata tidak
turun di bawah 20 °C dan suhu minimum tinggal di atas 15 °C. Untuk budidaya ubi
jalar temperatur antara 15 hingga 33 °C diperlukan selama siklus vegetatif,
dengan suhu optimal yang antara 20 hingga 25 °C. Temperatur rendah pada malam mendukung
pembentukan umbi-umbian, dan temperatur tinggi pada siang hari mendukung
perkembangan vegetatif (perkembangan umbi-umbian hanya terjadi dalam kisaran suhu
20 hingga 30 °C, optimum 25 °C dan umumnya berhenti di bawah 10 °C). Ubi jalar
adalah tanaman hari pendek, yang memerlukan cahaya untuk pembangunan maksimum.
Temperatur dan fluktuasi suhu bersama-sama dengan hari-hari pendek mendukung
pertumbuhan umbi-umbian dan membatasi pertumbuhan dedaunan. Kelembaban memiliki
pengaruh yang menentukan pertumbuhan ubi dan produksi. Kadar air daun adalah
(86%), batang (88,4%) dan umbi (70,6%). Kelembaban penting untuk mencapai
perkecambahan yang baik. Tanah juga harus tetap basah selama masa pertumbuhan
(60-120 hari), meskipun pada panen kelembaban harus rendah untuk mencegah busuk
umbi . Kondisi yang mendukung perkembangan bagian vegetatif tanaman meliputi
kelembaban relative 80% dan tanah lembab (http://www.fao.org, 2008).
2.1.2
Tanah
Tanaman ubi jalar tidak tahan terhadap genangan air,
tanah yang becek atau berdrainase buruk dan akan mengakibatkan tanaman tumbuh
kerdil, daun menguning dan umbi membusuk. Sewaktu muda tanaman membutuhkan
kelembaban tanah yang cukup (Sarwono, 2005).
a) Hampir
setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis tanah
yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan
organik, aerasi serta drainasenya baik. Penanaman ubi jalar pada tanah kering
dan pecah-pecah sering menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek
(Cylas sp.). Sebaliknya, bila ditanam pada tanah yang mudah becek atau
berdrainase yang jelek, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman ubi jalar kerdil,
ubi mudah busuk, kadar serat tinggi, dan bentuk ubi benjol.
b) Tanaman
ubi jalar dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) 4,5-7,5, tetapi yang optimal
untuk pertumbuhan umbi pada pH 5,5-7. Sewaktu muda memerlukan kelembaban tanah
yang cukup.
c) Ubi
jalar cocok ditanam di lahan tegalan atau sawah bekas tanaman padi, terutama
pada musim kemarau. Pada waktu muda tanaman membutuhkan tanah yang cukup
lembab. Oleh karena itu, untuk penanaman di musim kemarau harus tersedia air
yang memadai
2.1.3
Varietas
Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ubi jalar
kedua setelah Amerika Latin. Ubi jalar berdaging umbi jingga adalah salah satu
sumber β-Karoten atau provitamin A. Meskipun potensinya cukup besar, tetapi
studi genetika sebagai dasar pengembangan kultivar masih terbatas. Salah satu
penyebabnya karena ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman
heksaploid (2n = 6x = 90) serta mempunyai sistem ketidakserasian sendiri (self-incompatibility)
dan ketidakserasian silang (cross- incompatibility) (Onggo, 2008). Plasma
nutfah (sumber genetik) tanaman ubi jalar yang tumbuh di dunia diperkirakan
berjumlah lebih dari 1000 jenis, namun baru 142 jenis yang diidentifikasi oleh
para peneliti. Di beberapa daerah tertentu, ubi jalar merupakan salah satu
komoditi bahan makanan pokok (Trisnawati dkk, 2004).
2.1.4
Ketinggian Tempat
Tanaman ubi jalar membutuhkan hawa panas dan udara
yang lembab. Tanaman ubi jalar juga dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan
tumbuh karena daerah penyebaran terletak pada 300 LU dan 300 LS. Di Indonesia
yang beriklim tropik, tanaman ubi jalar cocok ditanam di dataran rendah hingga
ketinggian 500 m dpl. Di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 m dpl, ubi
jalar masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi umur panen menjadi panjang dan
hasilnya rendah.
2.2 Pedoman Budidaya
2.2.1
Pembibitan
Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif
dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk.
Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala penelitian
untuk menghasilkan varietas baru.
1) Persyaratan
Bibit
Teknik perbanyakan tanaman ubi jalar yang sering
dipraktekan adalah dengan stek batang atau stek pucuk. Bahan tanaman (bibit)
berupa stek pucuk atau stek batang harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a) Bibit
berasal dari varietas atau klon unggul.
b) Bahan
tanaman berumur 2 bulan atau lebih.
c) Pertumbuhan
tanaman yang akan diambil steknya dalam keadaan sehat, normal, tidak terlalu
subur.
d) Ukuran
panjang stek batang atau stek pucuk antara 20-25 cm, ruas-ruasnya rapat dan
buku-bukunya tidak berakar.
e) Mengalami
masa penyimpanan di tempat yang teduh selama 1-7 hari.
Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman
produksi dan dari tunas-tunas ubi yang secara khusus disemai atau melalui
proses penunasan. Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara
terus-menerus mempunyai kecenderungan penurunan hasil pada generasi-generasi
berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus
diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk bahan perbanyakan.
2) Penyiapan
Bibit
Tata
cara penyiapan bahan tanaman (bibit) ubi jalar dari tanaman produksi adalah sebagai
berikut:
a) Pilih
tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan pertumbuhannya
sehat dan normal.
b) Potong
batang tanaman untuk dijadikan stek batang atau stek pucuk sepanjang 20-25 cm
dengan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi hari.
c) Kumpulkan
stek pada suatu tempat, kemudian buang sebagian daun-daunnya untuk mengurangi
penguapan yang berlebihan.
d) Ikat
bahan tanaman (bibit) rata-rata 100 stek/ikatan, lalu simpan di tempat yang teduh
selama 1-7 hari dengan tidak bertumpuk.
2.2.2.
Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Penyiapan lahan bagi ubi jalar sebaiknya dilakukan
pada saat tanah tidak terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya
tidak rusak, lengket, atau keras. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
a) Tanah
diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama ±1 minggu.
Tahap berikutnya, tanah dibentuk guludan-guludan.
b) Tanah
langsung diolah bersamaaan dengan pembuatan guludan-guludan.
2) Pembentukan
Bedengan
Jika tanah yang akan ditanami ubi jalar adalah tanah
sawah maka pertama-tama jerami dibabat, lalu dibuat tumpukan selebar 60-100 cm.
Kalau tanah yang dipergunakan adalah tanah tegalan maka bedengan dibuat dengan
jarak 1 meter. Apabila penanaman dilakukan pada tanah-tanah yang miring, maka
pada musim hujan bedengan sebaiknya dibuat membujur sesuai dengan miringnya
tanah. Ukuran guludan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pada tanah yang ringan (pasir
mengandung liat) ukuran guludan adalah lebar bawah ± 60 cm, tinggi 30-40 cm,
dan jarak antar guludan 70-100 cm. Pada tanah pasir ukuran guludan adalah
lebar
bawah ±40 cm, tinggi 25-30 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Arah guludan
sebaiknya memanjang utara-selatan, dan ukuran panjang guludan disesuaikan
dengan keadaan lahan. Lahan ubi jalar dapat berupa tanah tegalan atau tanah
sawah bekas tanaman
padi.
Tata laksana penyiapan lahan untuk penanaman ubi jalar adalah sebagai berikut :
a) Penyiapan
Lahan Tegalan
1. Bersihkan
lahan dari rumput-rumput liar (gulma)
2. Olahan
tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput
liar
3. Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu
4. Buat
guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar
guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan
5. Rapikan
guludan sambil memperbaiki saluran air diantara guludan.
b) Penyiapan
Lahan Sawah Bekas Tanaman Padi
1. Babat
jerami sebatas permukaan tanah
2. Tumpuk
jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar
tumpukan
3. Olah
tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian
tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan
berukuran lebar bawah ± 60 cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm.
Panjang disesuaikan dengan keadaan lahan
4. Rapikan
guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas
tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang
berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat
berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata. Kelemahan penggunaan
jerami adalah pertumbuhan tanaman ubi jalar pada bulan pertama sedikit
menguning, namun segera sembuh dan tumbuh normal pada bulan berikutnya. Bila jerami
tidak digunakan sebagai tumpukan guludan, tata laksana penyiapan lahan
dilakukan sebagai berikut :
a. Babat
jerami sebatas permukaan tanah
b. Singkirkan
jerami ke tempat lain untuk dijadikan bahan kompos
c. Olah
tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur
d. Biarkan
tanah kering selama minimal satu minggu
e. Buat
guludan-gululdan berukuran lebar bawah ±60 cm, tinggi 35 cm dan jarak antar
guludan 80-100 cm.
f. Rapikan
guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan.
Hal yang penting
diperhatikan dalam pembuatan guludan adalah ukuran tinggi tidak melebihi 40 cm.
Guludan yang terlalu tinggi cenderung menyebabkan terbentuknya ubi berukuran
panjang dan dalam sehinggga menyulitkan pada saat panen. Sebaliknya, guludan
yang terlalu dangkal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan atau
perkembangan ubi, dan memudahkan serangan hama boleng atau lanas oleh Cylas sp.
2.2.3
Teknik Penanaman
1) Penentuan
Pola Tanam
Sistem
tanam ubi jalar dapat dilakukan secara tunggal (monokultur) dan tumpang sari
dengan kacang tanah.
a) Sistem
Monokultur
1. Buat
larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan
cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30
cm.
2. Buat
larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk
tempat pupuk.
3. Tanamkan
bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga angkal batang (setek)
terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal setek
(bibit).\
4. Masukkan
pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3
bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan
tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg
Urea/ha) ditambah 25 kg tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg
ditambah KCl 34M kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap
pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).
b) Sistem
Tumpang Sari
Tujuan
sistem tumpang sari antara lain untuk meningkatkan produksi dan pendapatan per
satuan luas lahan. Jenis tanaman yang serasi ditumpangsarikan dengan ubi jalar
adalah kacang tanah. Tata cara penanaman sistem tumpang sari prinsipnya sama
dengan sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di
sisi guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm,
dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.
2) Cara
Penanaman
Bibit yang telah disediakan dibawa ke kebun dan
ditaruh di atas bedengan. Bibit dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudian
ditimbun dengan tanah kemudian disirami air. Bibit sebaiknya ditanam mendatar,
dan semua pucuk diarahkan ke satu jurusan. Dalam satu alur ditanam satu batang,
bagian batang yang ada daunnya tersembul di atas bedengan. Pada tiap bedengan
ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm. Untuk areal seluas 1 ha
dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang. Penanaman ubi jalar di lahan
kering biasanya dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim
kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang
paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada
awal musim kemarau.
2.2.4
Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan
dan Penyulaman
Selama
3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus harus diamati kontinu,
terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus
segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian
diganti dengan bibit yang baru, dengan menanam sepertiga bagian pangkal setek
ditimbun tanah. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada
saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.
Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat
yang teduh.
2) Penyiangan
Pada
sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah
ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing tanaman ubi jalar,
terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahaari.
Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama kegiatan penyiangan
dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan
pada guludan tersebut.
3) Pembubunan
Penyiangan
dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam,
kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan
pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
a) Bersihkan
rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak
merusak akar tanaman ubi jalar.
b) Gemburkan
tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya
diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
c) Timbunkan
kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup
basah.
4) Pemupukan
Zat
hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri
dari 70 kg N (± 156 kg urea), 20 kg P2O5 (±42 kg TSP), dan 110 kg K2O (± 220 kg
KCl) per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan
unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan
unsur hara bagi tanaman. Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil
analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan
secara umum adalah 45-90kg N/ha (100-200 kg urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha
(±50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (±100 kg KCl/ha). Pemupukan dapat
dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan
sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh
7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara
merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.
5) Pengairan
dan Penyiraman
Meskipun
tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan
ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat
pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah,
kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih
diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada
periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen,
pengairan dikurangi atau dihentikan. Waktu pengairan yang paling baik adalah
pada pagi atau sore hari. Di daerah yang sumber airnya memadai, pengairan dapat
dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal Yang penting diperhatikan dalam kegiatan
pengairan adalah menghindari agar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).
2.3 Manfaat Ubi
Jalar
1. Menjaga
system pencernaan
Ubi
jalar mempunyai kandungan serat yang tinggi dan itu baik untuk kesehatan pencernaan
anda. Mengonsumsi ubi jalar yang mempunyai rasa manis dapat meningkatkan
pergerakan usus dan mencegah terjadinya semebelit. Selain itu, ubi manis juga
kaya akan magnesium yang dapat membantu meningkatkan system kekebalan tubuh
2. Meringankan
gangguan pernafasan
Senyawa
alami yang terdapat pada ubi manis dapat bermanfaat dalam hal menyehatkan
pernafasan anda. Sehingga, apabila anda menderita gangguan pernafasan cobalah
untuk mengonsumsi ubi manis
3. Mengobati
nyeri sendi
Kandungan
kalsium dan juga magnesium yang ada pada ubi manis cukup baik untuk mengatasi
radang sendi. Selain itu, kandungan beta karoten di dalamnya pun sangat naik
untuk meredakan masalah arthritis pada wanita
4. Menurunkan
berat badan
Untuk
menurunkan berat badan, anda bisa mencoba mengganti nasi dengan mengonsumsi ubi
manis. Manisnya ubi tidak akan dapat menambah gula di dalam tubuh anda.
Sedangkan kandungan serat yang dimilikinya sangat baik untuk system pencernaan
anda.
5. Mengurangi
risiko kanker
Di
dalam ubi manis terdapat pigmen yang dikenal sebagai anti kanker. Pigmen yang
satu ini dapat membantu memncegah berbagai terjadinya berbagai jenis kanker di
dalam tubuh termasuk kanker usus dan juga termasuk kanker prostat.
6. Menjaga
kadar gula darah
Magnesium
merupakan salah satu jenis mineral pentin yang sangat di butuhkan oleh tubuh
manusia. Jenis mineral yang satu ini menduduki peringkat keempatyang paling
banyak terdapat pada tubuh, Hanya sedikit diantara meraka yang mengetahui akan
manafaat dari magnesium. Padahal, salah satu manfaat cukup penting dari
magnesium adalah menjaga kadar gula darah supaya tetap berada pada batas
normal.
7. Membantu
menghasilkan energy
Kekurangan
zat besi pada tubuh seseorang dapat membuatnya mudah terasa lelah dan lemah.
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian anda, cobalah untuk mengkonsumsi ubi
jalar untuk melengkapi keperluan zat besi anda.
